Rabu, 01 Mei 2013

Cemburu Membakarku

www.google.com

Kamis, 14 Februari 2013      03:30 p.m

Sore ini aku ada janji dengan Dicky, Sony, Janet, Noura, dll. Untuk latihan paduan suara menggunakan lagu Bahasa Inggris yang akan ditampilkan nanti pada saat acara kampus “English One Night” sekitar 1 bulan ke depan. Aku berangkat dari rumah menuju kampus dengan perasaan yang mungkin sedang nggak begitu mood. Tiba di kampus kuparkir motorku di tempat parkir. 

Ku berjalan menuju tempat dimana teman-teman sedang latihan paduan suara. Kebetulan tempat latihan berada di ruangan sebelah Mushola yang ada di pojok kampus. Langkah demi langkah kaki ini berpijak menuju tempat tujuan. Aku berbelok pada sebuah tikungan. Aku begitu terkejut saat kujumpai dirimu berdiri di depan teras Mushola. Yang membuatku terkejut sekaligus kaget bukanlah melihat dirimu disana, melainkan 2 orang cowok yang duduk tepat di depan dimana kamu sedang berdiri. Kalian bertiga kulihat sedang asyiknya ngobrol. Namun langkah kakiku tetap melaju dengan kecepatan seperti sebelumnya. Seolah tak ada perasaan apapun yang kurasakan. Tapi sejujurnya saat itu aku merasakan perasaan cemburu yang amat sangat, saat melihatmu sedang asyik ngobrol dengan mereka (Roni & Tama). Tama bukanlah orang yang kucemburui saat kamu ngobrol dengan dia. Karena kita semua sudah tahu kalau dia udah punya cewek yaitu Sari. Ya, aku cemburu saat kamu ngobrol dengan Roni. Cowok yang beberapa bulan yang lalu menembakmu, tapi kamu menolaknya. Dan akhirnya memutuskan untuk berteman seperti biasa.

Aku tetap melangkahkan kaki menuju tempat dimana seharusnya aku berada yaitu tempat latihan paduan suara. Ku pasang wajah senyum saat berpapasan dengan kalian bertiga. Lalu kujabat tangan one by one. Pada saat menjabat tanganmu dalam hatiku berkata, ”Rindy, aku cemburu.” Sebuah kalimat yang lucu kan untukmu. Dan berharap engkau mendengarnya kala itu. Kalimat hatiku yang kutujukan pada hatimu. Ah, tak mungkinlah engkau mendengarnya. Aku kan berkata dalam hati.

Aku masuk dalam ruangan tempat latihan. Entah kapan engkau masuk aku juga tak tahu. Namun kamu juga telah berada di dalam ruangan yang sama. Mungkin karena aku sedang asyik ngobrol dengan teman-teman yang lain. Jadinya aku tak tahu kapan engkau masuk ruangan tempat latihan.

Bagai petasan yang meledak tiada henti. Hati ini berkobar-kobar melihat sebungkus Silverqueen di tanganmu. Entah benar Silverqueen atau bukan, pokoknya semacam makanan coklat. Karena aku berada cukup begitu jauh dari dimana tempat kamu sedang duduk. Jadi kurang begitu tahu pasti. Dalam pikiranku langsung mengartikan bahwa yang memberi Silverqueen itu adalah Roni. Ya, dia pasti adalah Roni. Itu tebakku, namun benar atau tidak aku tak tahu pasti. Api cemburuku berkobar hebat. Ingin rasanya aku segera langsung pulang. Namun aku bersyukur bisa meredamnya.

Ku teringat jikalau hari ini tanggal 14 Februari, berarti “Hari Valentine” ya!  Yach, maklum aku nggak kenal hari itu. Hari yang mungkin sebagian besar orang merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan dinanti. Namun biasa saja bagiku. Pantaslah dia memberi coklat itu padamu. Mungkin sebagai bukti kasihnya padamu. Tapi mengapa engkau menerimanya jika kau tak suka padanya. Kau itu ibarat menyirami kuntuman bunga yang semakin hari akan mekar dan berbunga. Jika saja engkau tahu apa yang ada dalam hati ini. Look at my eyes! You will find, your name is always in there. Can you see it? Can you feel it? Te amo.

 (nama yang digunakan adalah nama samaran)

0 komentar:

Posting Komentar

 

Pengikut