![]() |
| www.google.com |
Kamis, 14 Februari 2013 03:30 p.m
Sore
ini aku ada janji dengan Dicky, Sony, Janet, Noura, dll. Untuk latihan paduan
suara menggunakan lagu Bahasa Inggris yang akan ditampilkan nanti pada saat
acara kampus “English One Night”
sekitar 1 bulan ke depan. Aku berangkat dari rumah menuju kampus dengan
perasaan yang mungkin sedang nggak
begitu mood. Tiba di kampus kuparkir
motorku di tempat parkir.
Ku
berjalan menuju tempat dimana teman-teman sedang latihan paduan suara.
Kebetulan tempat latihan berada di ruangan sebelah Mushola yang ada di pojok
kampus. Langkah demi langkah kaki ini berpijak menuju tempat tujuan. Aku
berbelok pada sebuah tikungan. Aku begitu terkejut saat kujumpai dirimu berdiri
di depan teras Mushola. Yang membuatku terkejut sekaligus kaget bukanlah
melihat dirimu disana, melainkan 2 orang cowok yang duduk tepat di depan dimana
kamu sedang berdiri. Kalian bertiga kulihat sedang asyiknya ngobrol. Namun
langkah kakiku tetap melaju dengan kecepatan seperti sebelumnya. Seolah tak ada
perasaan apapun yang kurasakan. Tapi sejujurnya saat itu aku merasakan perasaan
cemburu yang amat sangat, saat melihatmu sedang asyik ngobrol dengan mereka
(Roni & Tama). Tama bukanlah orang yang kucemburui saat kamu ngobrol
dengan dia. Karena kita semua sudah tahu kalau dia udah punya cewek yaitu Sari. Ya, aku cemburu saat kamu ngobrol dengan Roni. Cowok yang beberapa
bulan yang lalu menembakmu, tapi kamu menolaknya. Dan akhirnya memutuskan untuk
berteman seperti biasa.
Aku
tetap melangkahkan kaki menuju tempat dimana seharusnya aku berada yaitu tempat
latihan paduan suara. Ku pasang wajah senyum saat berpapasan dengan kalian
bertiga. Lalu kujabat tangan one by one.
Pada saat menjabat tanganmu dalam hatiku berkata, ”Rindy, aku cemburu.” Sebuah
kalimat yang lucu kan untukmu. Dan berharap engkau mendengarnya kala itu.
Kalimat hatiku yang kutujukan pada hatimu. Ah, tak mungkinlah engkau
mendengarnya. Aku kan berkata dalam hati.
Aku
masuk dalam ruangan tempat latihan. Entah kapan engkau masuk aku juga tak tahu.
Namun kamu juga telah berada di dalam ruangan yang sama. Mungkin karena aku
sedang asyik ngobrol dengan teman-teman yang lain. Jadinya aku tak tahu kapan
engkau masuk ruangan tempat latihan.
Bagai
petasan yang meledak tiada henti. Hati ini berkobar-kobar melihat sebungkus Silverqueen di tanganmu. Entah benar Silverqueen atau bukan, pokoknya semacam
makanan coklat. Karena aku berada cukup begitu jauh dari dimana tempat kamu
sedang duduk. Jadi kurang begitu tahu pasti. Dalam pikiranku langsung
mengartikan bahwa yang memberi Silverqueen
itu adalah Roni. Ya, dia pasti adalah Roni. Itu tebakku, namun benar atau
tidak aku tak tahu pasti. Api cemburuku berkobar hebat. Ingin rasanya aku
segera langsung pulang. Namun aku bersyukur bisa meredamnya.
Ku
teringat jikalau hari ini tanggal 14 Februari, berarti “Hari Valentine” ya! Yach, maklum aku nggak kenal hari itu. Hari yang mungkin sebagian besar orang
merupakan hari yang ditunggu-tunggu dan dinanti. Namun biasa saja bagiku. Pantaslah
dia memberi coklat itu padamu. Mungkin sebagai bukti kasihnya padamu. Tapi
mengapa engkau menerimanya jika kau tak suka padanya. Kau itu ibarat menyirami
kuntuman bunga yang semakin hari akan mekar dan berbunga. Jika saja engkau tahu
apa yang ada dalam hati ini. Look at my eyes! You will find, your name is
always in there. Can you see it? Can you feel it? Te amo.
(nama yang digunakan adalah nama samaran)



0 komentar:
Posting Komentar