![]() |
| www.google.com |
Selasa,
30 April 2013 3.30 p.m
Aku
berangkat menuju ke kampus. Kutengok jarum bensin pada speedometer sangat rendah. Menandakan bahwa bensin tinggal sedikit.
Kuputuskan untuk membeli bensin di jalan. Sekitar jarak 500 meter dari rumahku,
aku berhenti di depan sebuah rumah yang menjual bensin. Botol-botol bensin itu
tertata rapi pada rak yang dekat dengan bibir jalan.
Seeeeetttt......
Aku mengerem tepat di depan botol-botol bensin yang berjajar rapi itu.
“Mbak,
bensin 1 liter (sebotol),” pintaku
pada penjual bensin tersebut.
Sembari
menunggu bensin itu sedang dituangkan pada tangki motorku. Terdengar sebuah
pertanyaan yang ditujukan padaku. Tak lain dan tak bukan seseorang tersebut
adalah si Mbak penjual bensin. Entah
siapa namanya, aku pun tak tahu.
“Mau
kemana, Mas?” tanya Mbak penjual bensin.
“Mau
kuliah,” jawabku singkat.
“Loh, kamu sudah SMA?” tanyanya kembali. Namun
kali ini dengan mimik muka yang sedikit agak heran dan juga kaget.
“Iya,
sudah,” sahutku sekenanya. Dalam hatiku tertawa kecil sebetulnya. Sebuah lantunan
pertanyaan yang menggelitik kedua telingaku. Kamu sudah SMA? Eeemmm.... Aku
berpikir berulang-ulang. “Memangnya Mbak
kira aku masih SMP/SMA begitu ya!” batinku membisik. Dahiku pun mengernyit,
merasa aneh saja atas pertanyaan itu.
Setelah
bensin yang ada di dalam botol telah berpindah ke dalam tangki sepeda motorku. Aku
pun langsung menyodorkan uang Rp 5.000,- kepadanya.
“Ini,
Mbak,” uluran tanganku yang sedang
membawa selembar uang 5 ribu rupiah kepadanya.
“Iya,
terima kasih.”
“Sama-sama.”
Segera
kututup tangki dan jok sepeda
motorku. Aku starter motor, langsung
melaju menuju tempat tujuan yang hendak aku
tuju, yaitu: kampus. Dalam perjalanan aku cengar-cengir sendiri
mengingat percakapan antara aku dan si Mbak
penjual bensin itu. Pertanyaannya kok begitu. Apa aku masih ini imut-imut ya? Sampai-sampai
penjual bensin tadi menanyakan pertanyaan semacam itu.
Eitsss, kayaknya
ada yang janggal ini. O, iya. Yang betul itu tepatnya sepeda motor bapakku,
bukan sepeda motorku. Hehehe.... Sebuah kejadian yang menggelitik perut dan
lucu juga untuk dikenang. Ya, inilah ceritaku hari ini. Rasanya tak sabar lagi
untuk menunggu kejadian yang akan terjadi esok.



0 komentar:
Posting Komentar