Rabu, 08 Mei 2013

Apakah Wajahku Masih Bocah?

www.google.com

Selasa, 30 April 2013   3.30 p.m

Aku berangkat menuju ke kampus. Kutengok jarum bensin pada speedometer sangat rendah. Menandakan bahwa bensin tinggal sedikit. Kuputuskan untuk membeli bensin di jalan. Sekitar jarak 500 meter dari rumahku, aku berhenti di depan sebuah rumah yang menjual bensin. Botol-botol bensin itu tertata rapi pada rak yang dekat dengan bibir jalan.

Seeeeetttt...... Aku mengerem tepat di depan botol-botol bensin yang berjajar rapi itu.

“Mbak, bensin 1 liter (sebotol),” pintaku pada penjual bensin tersebut.

Sembari menunggu bensin itu sedang dituangkan pada tangki motorku. Terdengar sebuah pertanyaan yang ditujukan padaku. Tak lain dan tak bukan seseorang tersebut adalah si Mbak penjual bensin. Entah siapa namanya, aku pun tak tahu.

“Mau kemana, Mas?” tanya Mbak penjual bensin.

“Mau kuliah,” jawabku singkat.

Loh, kamu sudah SMA?” tanyanya kembali. Namun kali ini dengan mimik muka yang sedikit agak heran dan juga kaget.

“Iya, sudah,” sahutku sekenanya. Dalam hatiku tertawa kecil sebetulnya. Sebuah lantunan pertanyaan yang menggelitik kedua telingaku. Kamu sudah SMA? Eeemmm.... Aku berpikir berulang-ulang. “Memangnya Mbak kira aku masih SMP/SMA begitu ya!” batinku membisik. Dahiku pun mengernyit, merasa aneh saja atas pertanyaan itu.

Setelah bensin yang ada di dalam botol telah berpindah ke dalam tangki sepeda motorku. Aku pun langsung menyodorkan uang Rp 5.000,- kepadanya.

“Ini, Mbak,” uluran tanganku yang sedang membawa selembar uang 5 ribu rupiah kepadanya.

“Iya, terima kasih.”

“Sama-sama.”

Segera kututup tangki dan jok sepeda motorku. Aku starter motor, langsung melaju menuju tempat tujuan yang hendak aku  tuju, yaitu: kampus. Dalam perjalanan aku cengar-cengir sendiri mengingat percakapan antara aku dan si Mbak penjual bensin itu. Pertanyaannya kok begitu. Apa aku masih ini imut-imut ya? Sampai-sampai penjual bensin tadi menanyakan pertanyaan semacam itu.

Eitsss, kayaknya ada yang janggal ini. O, iya. Yang betul itu tepatnya sepeda motor bapakku, bukan sepeda motorku. Hehehe.... Sebuah kejadian yang menggelitik perut dan lucu juga untuk dikenang. Ya, inilah ceritaku hari ini. Rasanya tak sabar lagi untuk menunggu kejadian yang akan terjadi esok.


0 komentar:

Posting Komentar

 

Pengikut